The Deathstar
A Supermassive Black Hole

QUEEN & AEROSMITH Bakal Konser di Jakarta?

PERNAH kebayang nggak, band gaek [dan legendaris] seperti AEROSMITH dan QUEEN bakal menggelar konser besarnya di Jakarta? Kalau tidak pernah membayangkan, mungkin sekarang saatnya kamu menabung dan mempersiapkan diri untuk bertemu legenda-legenda musik rock dunia itu.

Tampaknya tahun 2008 ini, semua promotor ‘habis-habisan’ mendatangkan banyak band di Jakarta. Tentu saja dengan banyak pertimbangan, salah satunya 2009 nanti, Indonesia bakal menggelar Pemilu Presiden. Tentu saja izin keramaian tidak bakal diberikan.

Oh ya, kembali ke QUEEN dan AEROSMITH. Dua band besar yang sampai sekarang masih eksis itu –rumornya– akan datang dan menggelar konsernya di Indonesia. Menurut salah satu sumber yang menolak disebut namanya, dua band ini akan konser sekitar September dan Desember 2008 ini. “Yang ngedatengin Mbak Rini Noor dari Nepathya,” celetuk Bima –sebut saja begitu.

Sebagai sebuah perhelatan akbar, kehadiran QUEEN dan AEROSMITH pasti akan “menggemparkan” kalau jadi konser di Jakarta. Jadi, daripada berdiam diri nunggu, mending “berdoa” supaya nggak batal dan Indonesia aman-aman saja. Bagaimana?

Sebagai sebuah band legenda, QUEEN hadir dengan formasi yang utuh hingga kematian Freddie Mercury (terlahir sebagai Farokh Bulsara, imigran asal Tanzania yang bermukim di Inggris Raya). Jarang ada band yang uth tanpa gonta ganti personel, karena masalah ego pasti jadi hal utama mengapa sebuah band pecah. Beda halnya dengan band band sekarang.

BAND ini di gawangi oleh Freddy Mercury pada Vocal dan keyboard (ralat harusnya piano *gw), Brian May pada Lead Guitars, John Deacon pada Bass dan Roger Taylor pada Drum. lagu-lagunya nyaris jadi ‘anthem’ untuk dunia rock seperti ‘Bohemian Rhapsody’ atau ‘ We Are The Champion’.

Sementara Kelahiran AEROSMITH cukup unik meski dibentuk di Boston, Massachusetts, tidak ada anggotanya yang berasal dari sana. Tiga anggotanya, Steven Tallarico (Tyler), Joe Perry, dan Tom Hamilton justru pertama kali bertemu di Sunapee, New Hampshire, akhir 1960-an. Tyler berasal dari Yonkers, New York, Perry dari Hopedale, Massachusetts, dan Hamilton dari New London, New Hampshire.

Namun butuh waktu hampir satu dekade di antara ketiganya untuk membentuk sebuah band lalu pindah ke Boston, Massachusetts. Joe Perry dan Tom Hamilton pindah ke Boston pada September 1970. Di sana mereka bertemu dengan Joey Kramer, yang kebetulan berasal dari Yonkers, New York, dan kenal dengan Steven Tallarico seorang pemain drum. Setelah itu mereka mendengar Perry dan Hamilton bermain dan Kramer setuju untuk bergabung. Steven Tyler kemudian datang ke Boston pada Oktober 1970 dan Aerosmith dilahirkan.

Mulanya Ray Tabano bermain rhythm gitar namun kemudian digantikan Brad Whitford dari Reading, Massachusetts, pada 1971. Kelimanya memproduksi lima album sukses a.l Aerosmith (1970), Get Your Wings (1974), Toys in the Attic (1975), Rocks (1976), Draw The Line (1977) yang menjulangkan banyak hits dan melambungkan mereka ke puncak popularitas.

Popularitas memang membutakan. Gelimang materi menyebabkan semua anggota Aerosmith betul-betul terjerembab di lembah kelam narkoba dan pesta seks yang amburadul. Perry dan Tyler bahkan sampai dijuluki Toxic Twins karena hobi menggelar pesta kaum durjana. Pelan tapi pasti petualangan itu akhirnya justru memacetkan kreatifitas mereka. Tahun 1979 betul-betul menjadi titik nadir Aerosmith. Popularitas mereka mulai digilas band-band lain seperti Van Halen, Ted Nugent, AC/DC, Foreigner. Tak cukup dengan itu Brad dan Perry memilih pisah.

Pangkalnya apalagi kalau bukan gesekan ego antara Perry dan Tyler yang merupakan bintang kembar Aerosmith. Posisi Brad ditempati Rick Dufay sedang Perry diganti Jimmy Crespo untuk penggarapan album Rock in A Hard Place (1982).

Album ini hanya meraup predikat emas dengan dihiasi tumbangnya Tyler di panggung gara-gara overdosis di tahun 1983 dalam konser Rock in A Hard Place. Brad dan Perry membentuk proyek solo The Joe Perry Project yang berlangsung selama era 1979-1984. Untung saja manajer Tim Collins kembali berhasil menyatukan mereka tahun 1985 hingga kini.

Lolos dari dinamika itu, Aerosmith kini memang berhak bergelar Band Rock and Roll Amerika terbesar. Mereka telah menjual 140 juta album di seluruh dunia, tentu saja 66,5 juta di antaranya laku di AS.

*** sebenernya informasi ini sedikit agak rancu,  gw cek ke official website Queen di halaman tour/event ga ada jadwal event di Indonesia bahkan di Asia selama tahun 2008 ini. berikut jadwal tour mereka (QUEEN):
-
June 2008
Fri 27th – 46664 Mandela At 90 – Hyde Park
September 2008
Mon 15th – Moscow SCO Olympic Arena
Tue 16th – Moscow SCO Olympic Arena
Fri 19th – Arena Riga
Sun 21st – Berlin Velodrom
Tue 23rd – Antwerp Sportspaleis
Wed 24th – Paris Bercy
Fri 26th – Rome Palalottomatica
Sun 28th – Milan Forum
Mon 29th – Zurich Hallenstadion
October 2008
Wed 1st – Munich Olympiahalle
Thu 2nd – Mannheim SAP Arena
Sat 4th – Hannover TUI Arena
Sun 5th – Hamburg Color Line Arena
Tue 7th – Rotterdam Ahoy
Wed 8th – Rockhal, Luxembourg – On Sale June 26th
Fri 10th – Nottingham Trent FM Arena
Sat 11th – Glasgow SE&CC
Mon 13th – London O2
Tue 14th – Cardiff Arena
Thu 16th – Birmingham NIA
Sat 18th – Liverpool Arena
Sun 19th – Sheffield Arena
Wed 22nd – Barcelona Palau Sant Jordi
Fri 24th – Murcia Estadio Municipal
Sat 25th – Madrid Palacio de Deportes
Tue 28th – Budapest Superarena
Wed 29th – Belgrade Arena
Fri 31st – Prague O2 Arena
November 2008
Sat 1st – Vienna Stadthalle
Tue 4th – Newcastle Arena
Wed 5th – Manchester Arena
Fri 7th – London O2

hm,, apa mungkin taun 2009? who knows?? yang jelas klo emang informasi itu bener, gw kudu dateng apapun resikonya!!!!
GOD SAVE THE QUEEN!!!

Sumber : http://www.rileks.com/music/?act=detail&artid=31102006120375

No Responses Yet to “QUEEN & AEROSMITH Bakal Konser di Jakarta?”

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.